Karakteristik dan Jenis Bunga Deposito yang Perlu Diketahui Sebelum Investasi di Deposito

Istilah deposito sudah sangat familiar bagi masyarakat, deposito merupakan produk simpanan bank yang setoran dan tarikannya hanya dapat dilakukan pada saat tertentu. Sedangkan bunga deposito adalah nilai yang harus diberikan kepada nasabah oleh pihak bank sebagai imbalan atas simpanan yang dilakukan oleh nasabah. 


Deposito telah menjadi andalan bagi para ibu rumah tangga, karena dapat menghasilkan tambahan pendapatan setiap bulannya. Semakin besar dan semakin lama deposito disimpan, bunga yang ditawarkan akan semakin besar pula. Akan tetapi bunga tersebut tidak dapat dicairkan kapan saja, harus sesuai dengan interval waktu yang telah ditentukan nasabah dan bank. Oleh karenya deposito sering digunakan oleh orang yang baru belajar investasi untuk mendapatkan keuntungan nilai uang simpanan

Karakteristik Deposito

1. Nominal minimal deposito

Lain halnya dengan tabungan biasa, untuk dapat memulai deposito nasabah harus memiliki dana sesuai dengan nominal yang ditetapkan bank. Besar nominal untuk deposito pada setiap bank berbeda-beda, bergantung pada kebijakan masing-masing bank.

2. Risiko yang rendah

Apabila dibandingkan dengan saham, deposito memiliki risiko yang lebih rendah. Umumnya, deposito seperti menabung di bank dan membiarkan nilainya tumbuh berdasarkan bunga deposito yang telah ditetapkan. Selain itu, rerata keuntungan yang didapatkan relatif stabil dan memberikan keamanan yang lebih tinggi.

3. Bunga keuntungan

Dibandingkan dengan tabungan biasa, suku bunga yang ditawarkan dalam deposito lebih tinggi. Hal ini berpotensi untuk menambah nilai uang yang Anda simpan dengan tingkat yang lebih signifikan dibandingkan dengan tabungan biasa. Keuntungan lainnya, saat ini sudah ada beberapa bank yang mengizinkan nasabah untuk membuka investasi online deposito melalui aplikasi mereka.

Jenis Bunga Deposito

Berbeda dengan jenis rekening koran, deposito berjangka dibagi ke dalam tiga jenis yaitu sebagai berikut:

1. Deposito tabungan dan buku kas

Dibandingkan dengan jenis deposito lainnya, deposito jenis ini lebih dikenal oleh para nasabah. Keuntungan dari deposito tabungan dan buku kas adalah tidak ada jatuh tempo. Akan tetapi, suku bunga deposito yang ditawarkan lebih rendah dari jenis deposito lainnya. Dana yang didepositokan oleh nasabah akan ditambah dan ditarik sesuai waktu yang diinginkan nasabah.

2. Sertifikat deposito berjangka

Deposito ini berbentuk sertifikat sebagai bukti bahwa perusahaan atau seseorang telah mendepositokan dana dengan jumlah tertentu pada sebuah bank. Nasabah tidak bisa menarik kembali dana yang telah disetorkan paling tidak dalam jangka waktu 30 hari atau lebih. 

3. Deposito berjangka dan rekening terbuka

Dengan deposito jenis ini, dana deposito dapat dikembangkan oleh pemiliknya sesuai keinginan masing-masing tanpa ada paksaan dari pihak bank. Akan tetapi, tetap harus menyesuaikan prinsip-prinsip deposito dan hanya boleh ditarik hingga waktu yang telah disepakati sebelumnya. Deposito terbuka dibagi menjadi dua jenis, yaitu Deposit on Call dan Deposit Automatic Roll Over.

Setelah membaca ulasan mengenai bunga deposito di atas, apakah Anda tertarik untuk berinvestasi dengan bunga deposito? Deposito dapat dijadikan pilihan yang tepat untuk investasi. Dengan beragam jenis deposito, Anda dapat memilih produk deposito sesuai kemampuan serta kebutuhan Anda.

Share:
Listrik yang rusak seringkali disebut korsleting. Diambil dari bahasa Belanda, kata yang bermakna hubungan arus pendek ini rupanya merupakan terjadinya tahanan listrik yang cukup kecil sehingga menyebabkan adanya aliran listrik besar. Untuk itu, perlu segera ditangani oleh tukang listrik yang ahli agar kerusakan tidak semakin parah. Yuk, simak tanda-tanda kerusakan pada listrik dan cara mengatasinya.


Tanda-Tanda Listrik Rusak dan Cara Mengatasinya

Bayangkan jika listrik Anda rusak dan tidak segera ditangani. Bisa juga, Anda nekat menanganinya sendiri tanpa memanggil tukang yang ahli. Tentunya hal ini sangat berbahaya mengingat listrik mempunyai daya yang sangat kuat. Bukan tidak mungkin, resiko terburuk bisa Anda dapatkan. Nah, untuk mengatasinya, berikut ini adalah cara mengetahui adanya kerusakan pada listrik sebelum memanggil tukang listrik, yaitu :

1. Matikan MCB dan Cabut Semua Kontak

Jika Anda sudah merasa tidak ada yang beres pada listrik rumah Anda, misalkan saja muncul percik api kala Anda menyalakan alat elektronik, lampu yang konslet, atau listrik yang tiba-tiba mati sendiri padahal rumah tetangga tetap menyala, maka ada baiknya Anda segera melakukan pengecekan. Hal ini untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.

Untuk mengecek rusak atau tidaknya listrik, Anda bisa mematikan MCB (Pemutus Arus pada KWH Meter) untuk langkah pertama. Jika Anda sudah mematikan MCB, maka langkah selanjutnya adalah mematikan seluruh saklar lampu. Selain itu, Anda juga harus mencabut seluruh kabel dari stop kontak untuk melihat bagian mana yang rusak.

2. Perhatikan Kabel Kasat Mata

Jika sudah mencabut seluruh alat listrik dan mematikan saklar serta MCB, maka Anda bisa mengambil senter untuk menyoroti kabel-kabel kasat mata yang tersambung pada instalasi listrik Anda. Perhatikan kabel-kabel tersebut dan periksa apakah ada kabel terputus, entah itu karena gigitan tikus atau karena hal lainnya. Jika tidak ada, maka Anda harus menemukan masalah lain di langkah selanjutnya.

3. Hidupkan MCB dan Periksa

Untuk menemukan mana yang rusak, Anda bisa menghidupkan kembali MCB setelah memutus semua saklar dan mencabut kabel di rumah. Jika setelah dihidupkan MCB, listrik rumah Anda tetap menyala, maka itu tandanya tidak ada yang salah pada arus lampu Anda dan masalahnya ada pada salah satu alat elektronik Anda.

Namun jika setelah MCB dinyalakan dan lampu juga dihidupkan namun MCB tetap jatuh, maka hanya ada 1 kemungkinan, yakni MCB di salah satu grup instalasi rumah ada yang rusak dan konslet. Untuk mengetahuinya, ulangi dengan mematikan MCB dan saklar lampu lalu nyalakan MCB kembali. hidupkan saklar lampu satu demi satu agar Anda tahu mana yang konslet. Setelah menemukannya, maka Anda bisa menghubungi jasa listrik.

4. Telpon Tukang Servis Jika Ada Kerusakan

Anda bisa menghubungi tukang servis langganan Anda. jika Anda belum memilikinya, coba saja cari di internet dan temukan mana yang kelihatannya meyakinkan bagi Anda. Jika sudah menghubungi mereka dan menyampaikan keluhan, maka langkah selanjutnya adalah tetap berdiam diri sampai tukang servis datang. Jangan pernah coba-coba untuk membetulkan listrik sendiri karena sangat berbahaya untuk keselamatan Anda.

Demikian ulasan mengenai ciri-ciri terjadinya kerusakan pada arus listrik dan juga cara mengatasinya. Mendeteksi kerusakan listrik memang harus dilakukan dengan sigap dan sedini mungkin. Selain itu, diperlukan tukang listrik ahli dan jangan ditangani sendiri. Pasalnya, listrik sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kerusakan fatal baik di rumah maupun pada diri Anda sendiri. Semoga ulasannya bermanfaat.

Share:

Terkini